Skip to main content

Mengenal Jenis-jenis Tanah, Ciri-ciri, Gambar dan Pemanfaatannya

Tanah yang ada di permukaan bumi ini memiliki tekstur, warna dan struktur yang sangat beragam. Untuk lebih mudah membedakan jenis tanah-tanah tersebut maka dibuatlah klasifikasi tanah.

Tujuan dibuatnya klasifikasi tanah diantaranya untuk mengorganisasi keberagaman jenis tanah, mengetahui hubungan individu antar tanah, memudahkan mengingat sifat-sifat tanah dan untuk mengetahui lahan-lahan jenis apa saja yang baik.

Klasifikasi tanah dibedakan menjadi 2 : klasifikasi alami dan klasifikasi teknis. Klasifikasi alami didasarkan atas sifat tanah yang dimiliki tanpa menghubungkannya dengan tujuan penggunaan tanah tersebut.

Sedangkan klasifikasi teknis didasarkan kepada sifat-sifat tanah yang bisa mempengaruhi kemampuan tanah untuk tujuan penggunaan tertentu.

#1 Tanah Jenis Ultisols

tanah jenis ultisol
feiraz.wordpress.com

Sifat ciri utama tanah jenis Ultisols yaitu adanya pengendapan liat dari lapisan A atau iluvasi dan diendapkan di lapisan B atau eluvasi. Sehingga kadar liat dari horizon B > 1.2 kali kandungan liat dari horizon A atau disebut juga Horizon Argilik.

Tanah jenis Ultisols merupakan tanah penimbunan liat di horizon bawah, memiliki sifat masam, dan pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah kejenuhan basanya kurang dari 35%. Tanah jenis Ultisols biasanya berwarna merah sampai kuning, karena mengandung Al, Fe dan Mn yang cukup tinggi.

Untuk meningkatkan produktivitas tanah jenis Ultisols bisa dilakukan dengan memberikan kapur, penambahan BO, pemupukan, penanaman tanaman adaftif, budidaya tanaman lorong, dan pembuatan terasering.

#2 Tanah Jenis Entisols

tanah jenis entisol
feiraz.wordpress.com

Sifat atau ciri tanah Entisols solum dangkal yaitu hanya terdapat lapisan A dan diikuti lapisan C atau R. Tanah jenis Entisols tergolong jenis tanah yang masih sangat muda, yaitu baru tingkat permulaan dalam perkembangan.

Tanah jenis Entisols terbentuk di daerah dengan bahan induk dari pengendapan material baru atau di daerah yang laju erosi atau pengendapannya lebih cepat dibandingkan laju pembentukna tanah. Kata Ent pada kata ‘Entisol’ berarti recent atau baru.

Pengelolaan tanah jenis Entisols bisa dilakukan dengan memperbanyak menanam tanaman penutup tanah seperti rumput atau alang-alang. Pada daerah yang berlereng bisa dibuatkan terasering supaya tidak mudah terjadi erosi atau memanfaatkan sistem agroforestri.

#3 Tanah Jenis Histosols

tanah jenis histosol
feiraz.wordpress.com

Sifat utama dari tanah jenis Histosols yaitu memiliki kandungan bahan organik yang lebih dari 20% untuk tanah yang bertekstur pasir dan lebih dari 30% untuk tanah yang bertekstur liat. Lapisan yang memiliki kandungan bahan organik tinggi tersebut tebalnya lebih dari 40 cm.

Tanah jenis Histosols berwarna kroma mantap dan mempunyai warna kurang dari 3. Tekstur tanahnya beragam dan tidak berstruktur. Kata Histos pada kata ‘Histosols’ berarti jaringan tanaman.

Pengelolan tanah jenis Histosols bisa dilakukan dengan memberikan kapur, pemupukan unsur makro dan mikro. Tanaman semusim dan tanaman tahunan bisa dibudidayakan pada tanahn Histosols lahan gambut.

#4 Tanah Jenis Inceptisols

tanah jenis inceptisol
feiraz.wordpress.com

Ciri utama tanah jenis Inceptisols yaitu terdapat lapisan A, B dan C sehingga solum tanah dalam. Tekstur tanah inceptisols beragam dari kasar hingga yang halus, bergantung pada tingkat pelapukan bahan induknya.

Tanah jenis Inceptisols merupakan tanah yang belum matang atau immature, perkembangan profilnya masih lemah dibandingkan dengan tanah yang matang dan banyak menyerupai sifat bahan induknya.

Pengelolaan tanah jenis Inceptisols memerlukan pupuk organik dan anorganik dengan kadar yang tinggi. Tanah Inceptisols di Indonesia banyak digunakan untuk tanaman padi sawah, bisa juga digunakan untuk budidaya tanaman semusim, dan tanaman hortikultura.

Ad: Jasa Survey Geolistrik Air Tanah

#5 Tanah Jenis Alfisols

tanah jenis alfisol
http://www.nrcs.usda.gov/

Ciri utama tanah jenis Alfisols yaitu adanya selaput liat. Tanah Alfisols memiliki horison argilik dengan endapan liat di lapisan B, kandik atau natrik dan kejenuhan basa lebih dari 35%. Bentuk wilayah tanah alfisols beragam dari bergelombang hingga tertoreh tekstur berkisar antara sedang hingga halus.

Cara pengelolaan tanah jenis Alfisols diantaranya dengan cara menambahkan unsur hara organik, sistem irigasi yang baik, ada tanaman lorong, pembuatan terassering pada lahan yang berlereng dan pembuatan guludan yang searah dengan kontur.

Penggunaan tanah jenis Alfisols di Indonesia diantaranya untuk pesawahan, perkebunanan, tegalan, hutan produksi dan padang rumput.

#6 Tanah Jenis Vertisols

tanah jenis vertisol
feiraz.wordpress.com

Tanah jenis Vertisols merupakan tanah dengan kandungan liat yang tinggi, lebih dari 30%. Tanah vertisols akan mengembang saat basah dan akan mengkerut saat kering. Tanah Vertisols berwarna gelap, memiliki kandungan pH yang cukup tinggi dan kapasitas tukar kationnya juga tinggi.

Pengelolaan tanah jenis Vertisols yaitu dengan menggunakan sistem irigasi yang baik, mengolah tanah agar tetap jenuh dan pemupukan dengan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang.

#7 Tanah Jenis Andisols

tanah jenis andisol
www.nrcs.usda.gov

Tanah jenis Andisols berkembang dari bahan induk abu vulkan, sinder dan batu apung. Tanah Andisols mengandung banyak mineral dalam tanah, memiliki potensi fiksasi fosfat yang tinggi, permeabilitas yang cepat dan berwarna dari hitam, kelabu sampai coklat tua.

Cara pengelolaan tanah jenis Andisols yaitu dengan meningkatkan tanaman penutup tanah, pembuatan teras pada lereng yang miring, membuat bedengan dan menerapkan pola tanam tumpangsari.

Tanah Andisols bisa digunakan untuk usaha pertanian berupa budidaya tanaman industri, tanaman produksi holtikultura, tanaman tahunan dan tanaman kentang.

#8 Tanah Jenis Oxisols

tanah jenis oxisol
feiraz.wordpress.com

Tanah jenis Oxisols merupakan tanah tua yang memiliki kandungan liat tinggi tetapi tidak aktif, sehingga kapasitas tukar kationnya rendah. Tanah Oxisols banyak mengandung oksida besi atau oksida Al dan memiliki horizon oksik.

Pengelolaan tanah Oxisols yaitu dengan membuat irigasi, pemberian pupuk, pengapuran dan pebambahan BO. Lahan tanah Oxisols cocok digunakan sebagai hutan lindung.

#9 Tanah Jenis Spodosol

tanah jenis spodosol
http://www.nrcs.usda.gov/

Ciri utama dari tanah jenis Spodosol yaitu pada horizon bawah terjadi penimbunan Fe dan Al-oksida, sedangkan pada lapisan atas terdapat horizon eluvasi yang berwarna pucat. Terdapat lapisan pasir masam yang berwarna putih abu-abu di atas lapisan lempung berpasir yang berwarna gelap.

Cara pengelolaan tanah jenis Spodosol yaitu dengan adanya tanaman penutup lahan, membuat bedengan, guludan dan terasering sesuai tingkat kemiringan lereng. Untuk meningkatkan produktivitas tanah bisa dilakukan dengan cara pengapuran, penambahan BO, pemupukan dan budidaya tanaman adaptif.

Tanah Spodosol tidak cocok dijadikan lahan pertanian, sebaiknya tetap dibiarkan saja sebagai hutan atau daerah konservasi.

#10 Tanah Jenis Mollisols

tanah jenis mollisol
http://www.nrcs.usda.gov/

Ciri utama dari tanah Mollisols yaitu mempunyai lapisan permukaan yang berwarna gelap dan mengandung bahan organic yang tinggi. Tanah jenis Mollisols memiliki kandungan kation basa yang tinggi, sehingga tanah jenis ini tergolong sangat subur.

Cara pengelolaan tanah Mollisols yaitu dengan memanfaatkannya sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan. Tanah Mollisols cocok digunakan untuk usaha budidaya tanaman semusim yang berakar pendek seperti padi, kacang tanah dan jagung.

#11 Tanah Jenis Aridisols

tanah jenis ardisol
http://www.nrcs.usda.gov/

Ciri utama dari tanah Aridisols yaitu adanya reaksi-reaksi fisik, kimia dan biologi yang berjalan lambat karena kekurangan air. Tanah Aridisols memiliki sifat yang hampir sama dengan tanah induknya, memiliki kandungan KB yang tinggi dan memiliki kandungan bahan organik yang rendah.

Cara pengelolaan tanah Ardisols yaitu dengan memberikan tambahan bahan organic dalam tanah, penanaman sistem cove crop dan penambahan vegetasi di area yang dibutuhkan untuk melindungi dari terjadinya run off yang besar.

Tanah Ardisols tidak cocok digunakan untuk bercocok tanam, karena kondisi lingkungannya yang kering. Tapi masih bisa ditanami dengan tanaman yang memang membutuhkan intesitas cahaya matahari yang tinggi dan tidak banyak membutuhkan air seperti nanas, tebu dan buah naga.

#12 Tanah Jenis Gelisols

tanah jenis gelisol
http://www.nrcs.usda.gov/

Tanah Gelisols terbentuk dalam lingkungan yang sangat dingin. Tanah ini membeku pada ketebalan 100-200 cm dari permukaan tanah. Tanah Gelisols tidak mempunyai horizon B dan hanya mempunyai horizon A yang berada di lapisan es.

Kandungan bahan organik tanah Gelisols terakumulasi di lapisan paling atas, sehingga tanah Gelisols kebanyakan berwarna hitam atau coklat tua. Tanah Gelisols termasuk tanah yang subur, kandungan kimia yang dominan diantaranya kalium dan potassium. Tanah Gelisols bisa ditemukan di daerah Kanada, Siberia dan Alaska.

Tanah Gelisols tidak cocok digunakan untuk bercocok tanam, karena kondisi lingkungannya yang ekstrim dingin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *