Skip to main content

Cara Merawat dan Memelihara Kelinci Hias Dengan Baik dan Benar

Apakah anda termasuk pecinta kelinci hias? 😀

Kelinci hias merupakan hewan peliharaan yang unik. Mereka memerlukan perawatan yang khusus supaya bisa hidup lama, sehat dan bahagia. Tentunya anda tidak akan membiarkan begitu saja kalau kelinci hias anda terkena penyakit atau kotor.

Berikut ini beberapa hal dasar yang perlu anda perhatikan dalam merawat dan memelihara kelinci hias seperti kelinci anggora.

#1 Gunakan Kandang yang Tepat dan Pastikan Kandang Selalu Bersih

kandang kelinci hias di dalam rumah
Gunakanlah kandang kelinci yang tepat sesuai dengan ukuran dan berat kelinci. Kelinci dengan berat 3,6 kg atau lebih membutuhkan kandang dengan ukuran 1,2 x 0,6 x 0,6 meter.

Kondisi kandang harus membuat kelinci nyaman, dimana harus ada ruang bagi kelinci untuk berbaring, tempat makanan, tempat minum dan tempat kotoran.

Letakkan kandang kelinci di tempat yang bersih dan jauh dari jangkaun binatang buas seperti anjing, jauh dari bahan-bahan kimia dan benda-benda lain yang membahayakan kelinci.

Gunakan jerami sebagai alas tidur kelinci. Letakkan lembaran papan di dalam kandang sebagai alas. Kelinci yang biasa duduk atau berdiri di lantai kawat bisa mempengaruhi kekuatan pijakan kakinya.

Bersihkan kandang kelinci secara rutin termasuk membersihkan tempat pakanan dan minumannya. Kandang yang lembab dan basah bisa menimbulkan banyak penyakit pada kelinci.

#2 Sediakan Makanan Kelinci yang Bergizi dan Bersih

menu makanan kelinci sehat
Makanan yang diberikan akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kelinci. Makanan kelinci tidak harus berupa rumput hijau, beberapa jenis makanan yang bisa diberikan untuk kelinci yaitu hay (rumput kering), biji-bijian (gandum, kacang, kedelai), umbi-umbian (singkong, ubi jalar, talas) dan pelet.

Pelet diberikan sebagaipakan tambahan yang mengandung protein untuk petumbuhan kelinci. Kelinci dewasa membutuhkan setidaknya 1/8 cangkir pelet untuk setiap 2,2 kg berat badannya.

Untuk kelinci hias yang masih muda, anda bisa memberinya makan berupa pelet alfalfa. Kelinci yang sudah berumur bisa diberi makan berupa jerami timothy.

Makanan yang diberikan harus bersih dan tidak mengandung racun, jika mungkin berikan makanan berupa sayuran organik. Salah satu penyebab timbulnya penyakit pada kelinci dikarenakan makanan yang tidak sehat. Terkadang ada telur cacing pada sayuran atau rumput yang terbawa makan kelinci.

Makanan dan minuman juga harus rutin diganti setiap hari karena suka tercampur dengan kotoran kelinci. Anda harus menggunakan tempat makan dan tempat minum yang kokoh supaya tidak mudah tumpah wadahnya.

Meskipun kelinci identik dengan wortel, tapi anda jangan terlalu sering memberikan wortel karena wortel mengandung banyak gula.

#3 Sediakan Keranjang Kotoran

keranjang kotoran kelinci
http://www.bunny.olyaschmidt.com/

Kelinci mempunyai kebiasaan baik untuk membuang kotoran di satu tempat yang tetap. Anda bisa menyediakan kotak kotoran di dalam kandang, biasanya di sudut kandang. Pada awalnya memang kelinci akan buang air di luar kotak, anda harus melatih kelinci supaya buang air di kotak kotoran yang sudah disediakan.

Letakkan kotak kotoran dekat dengan tempat makan, karena biasanya kelinci akan makan dan pup dalam waktu yang bersamaan. Kotak kotoran harus dibersihkan setiap hari dan semprot dengan antikuman setiap minggunya.

#4 Bersihkan Kelinci Dengan Teratur

merawat kelinci
the-rabbits-blog.blogspot.com

Kelinci hias anda harus dibersihkan dengan teratur supaya tetap terlihat bersih dan sehat. Pada dasarnya tidak dianjurkan untuk memandikan kelinci, tapi anda bisa menggunakan sikat yang berbulu halus untuk membersihkan kotoran yang menempel pada bulu kelinci. Kelinci dimandikan kalau memang sudah sangat kotor.

Kuku kelinci harus dipotong setiap 1-2 bulan sekali untuk menghindari timbulnya penyakit karena kotoran atau kuman yang ada pada kuku.

#5 Mengajak Kelinci Bermain dan Berolahraga

mengajak kelinci bermain
http://www.peteandkellie.com/

Kelinci akan merasa bosen jika terus menerus berada di dalam kandang. Sesekali ajaklah kelinci hias anda bermain karena kelinci juga membutuhkan udara segar dan jalan-jalan. Anda bisa membawa kelinci ke halaman belakang rumah dan biarkan kelinci berada di luar selama 6 hingga 8 jam.

Pastikan tempat bermain kelinci dikelilingi dengan pagar supaya kelinci tidak kabur sekaligus sebagai pelindung dari hewan buas.

Anda bisa mengajak kelinci bermain bersama atau membiarkannya berlari dan melompat sendiri menikmati waktunya. Berikan beberapa alat permainan untuk kelinci seperti bola misalnya.

#6 Periksakan Kelinci ke Dokter Hewan Setidaknya Setahun Sekali

dokter kelinci
dailymail.co.uk

Kelinci dasarnya adalah hewan pemangsa dan mempunyai insting alami untuk menyembunyikan gejala penyakit. Anda harus selalu menjada dan memastikan bahwa kelinci hias anda makan, minum, buang kotoran, dan kencing dengan teratur.

Bawalah kelinci hias anda ke dokter hewan yang ahli dalam merawat kelinci untuk memastikan kelinci anda sehat, minimalnya setahun sekali. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan pada telinga, mata, gigi dan usus dan memberikan rekomendasi berdasarkan kondisi kelinci hias anda pada saat itu.

Anda juga harus mempertimbangkan untuk mengebiri kelinci anda untuk mengurangi hormon atau perilaku agresif dan menghindari supaya kelinci hias tidak bunting.

Lebih baik melakukan pemeriksaan dini daripada kelinci hias anda terkena penyakit. Kematian kelinci yang disebabkan oleh penyakit berkisar 15-40 persen. Beberapa penyakit pada kelinci yang bisa menyebabkan kematian yaitu young doe syndrome, kokkidioses, pasteurellosis, skabies dan enteritis kompleks.

#7 Pahami Bahasa dan Perilaku Kelinci

perilaku kelinci
http://www.crash-sues.com/

Perilaku kelinci hias berbeda dengan kucing dan anjing. Penting bagi anda untuk memahami bagaimana kelinci berfikir dan bertingkah sehingga anda dan kelinci hias anda bisa hidup bersama.

Semoga bermanfaat 🙂

6 thoughts on “Cara Merawat dan Memelihara Kelinci Hias Dengan Baik dan Benar”

  1. Salam kenal kang Alwi, dari dulu saya ingin sekali punya peliharaan kelinci karena lucu bulunya meski pernah sih waktu kecil saya punya dan sudah sayang sekali tapi meninggal setelah melahirkan saya juga menangis sejadi-jadinya saat itu sama si chimot kelinci saya yg diadopsi dari kecil tapi entah sekarang jadi malas punya peliharaan tapi abis baca tips ini jadi kepengen pelihara lagi 😀

  2. Trimakasi ats info keren nya ttg klinci…sy punya sepasang klinci ..(messy dan berry)namanya ..jenis anggora…usia 8bln an…tp blm punya baby aja niih klincinya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *