ALWIB.NET

15 Manfaat Asam Sitrat Dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagikan

Asam Sitrat merupakan asam organik lemah yang banyak ditemukan pada buah dan tumbuhan jeruk-jerukan. Asam Sitra biasa digunakan sebagai bahan pengawet yang baik dan alami. Asam Sitrat juga banyak digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman.

Rumus kimia Asam Sitrat adalah C6H8O7 atau CH2(COOH)•COH(COOH)•CH2(COOH)

Nama lain Asam Sitrat yaitu asam 2-hidroksi-1,2,3-propanatrikarboksilat

Sifat Fisika dan Kimia Asam Sitrat

Keasaman Asam Sitrat diperoleh dari 3 gugus karboksil COOH yang bisa melepaskan proton dalam larutan dan menghasilkan ion sitrat. Asam Sitrat bisa digunakan untuk mengendalikan pH larutan. Ion sitrat mudah bereaksi dengan banyak ion logam dan membentuk garam sitrat.

Asam sitrat juga bisa mengikat ion-ion logam dengan pengkelatan sehingga asam sitrat banyak digunakan sebagai bahan pengawet dan bahan penghilang kesadahan air.

Secara kimia, Asam Sitrat mempunyai sifat seperti asam karboksilat lainnya yaitu jika dipanaskan dengan suhu di atas 175 derajat celcius , asam sitrat akan terurai dengan melepaskan akrbon dioksida dan air.

Pada suhu kamar, Asam Sitrat berbentuk serbuk kristal yang berwarna putih. Serbuk kristal ini bisa berbentuk anhydrous atau monohidrat. Bentuk monohidrat bisa berubah menjadi bentuk anhydrous dengan pemanasan di atas 74 derajat celcius.

Sejarah Penemuan Asam Sitrat

Asam Sitrat pertama kali ditemukan oleh Jabir ibn Hayyan, seorang kimiawan Arab-Yaman pada abad ke-8. Ilmuwan Eropa baru membahas tentang sifat asam dari limau dan sari buah lemon pada jaman pertengahan. Asam Sitrat diisolasi pertama kalinya pada tahun 1784 oleh seorang kimiawan Swedia bernama Carl Wilhelm Scheele. Carl mengisolasi asam sitrat dengan mengkristalkannya dari sari buah lemon.

Asam Sitrat mulai diproduksi secara masal untuk skala industri pada tahun 1860 dengan mengandalkan produksi jeruk dari Italia.

Pada tahun 1917, seorang kimiawan pangan dari Amerika bernama James Currie, menemukan bahwa galur tertentu kapang Aspergillus niger juga bisa menghasilkan asam sitrat secara efisien.

Pembuatan Asam Sitrat

Proses pembuatan asam sitrat yang banyak dilakukan saat ini yaitu dengan mengembangbiakan kapang Aspergillus niger lalu diberi sukrosa supaya bisa membentuk asam sitrat. Selanjutnya kapang disaring dari larutan yang dihasilkan dan asam sitrat diisolasi dengan cara diendapkan dengan kalsium hidroksida supaya membentuk garam kalsium sitrat. Kemudian asam sitrat diregenarasikan dari kalsium sitrat dengan menambahkan asam sulfat.

Manfaat Asam Sitrat

Asam sitrat banyak digunakan sebagai zat penambah rasa dan bahan pengawet makanan. Selain itu, asam sitrat mempunyai manfaat lainnya baik untuk dunia industri maupun rumah tangga. Beberapa manfaat asam sitrat diantaranya yaitu :

1. Bahan Pengawet Makanan

Hampir semua produk makanan dan minuman yang dipasarkan pasti menggunakan bahan pengawet. Kita sebagai konsumen harus jeli memilah produk yang akan dibeli, karena produk yang menggunakan bahan pengawet bisa mengancam kesehatan tubuh.

Beberapa bahan pengawet yang aman untuk kesehatan tubuh diantaranya yaitu asam sitrat. Asam sitrat sebagai pengawet alami bisa mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri serta menstabilakn warna makanan dengan mengurangi kekeruhan warnanya. Asam sitrat merupakan salah satu bahan pengawet alami yang dinyatakan 99,9% aman untuk digunakan.

2. Bahan Pembuat Kosmetik

Asam sitrat juga banyak digunakan dalam industri kecantikan. Kandungan asam sitrat bisa ditemukan pada beberapa produk kosmetik seperti make up, toner, pelembab, peeling dan lipstick. Asam sitrat memang berfungsi untuk mengatur keseimbangan pH pada kulit wajah.

Selain menggunakan asam sitrat, manfaat cuka apel tahesta juga manjur untuk perawatan wajah. Cuka apel mampu mencegah terjadinya jerawat yang diakibatkan kulit berminyak dan infeksi bakteri.

to be continued…

Bagikan

Lebih lama Sejarah Majelis Dakwah Walisongo di Indonesia

Lebih baru 10 Jenis Tanaman Obat Untuk Mengatasi Batu Ginjal

Terkait

Latest